Berkunjung ke sebuah pulau saat liburan memang sangat menyenangkan. Tapi tidak semua pulau yang akan dikunjungi itu ramah terhadap para tamunya, bahkan ada pulau yang bisa saja membunuh siapa pun yang berkunjung kesana. Berikut pulau berbahaya yang ada didunia yang sudah saya rangkum dari berbagai sumber.
1. Pulau Izu
Pulau Izu letaknya diwilayah Jepang.
Pulau ini dipenuhi gas sulfur dengan kadar tertinggi diseluruh dunia.
Sampai-sampai kalau dihirup begitu saja akan sangat mematikan. Orang-orang
disana menghabiskan hidupnya dengan cara ini.
Mereka dibayar murah oleh peneliti-peneliti yang mau tahu bagaimana kalau orang-orang itu hidup dengan menggunakan masker gas dan menghirup udara penuh sulfur. Di pulau ini juga terdapat lempengan tektonik yang bisa menghasilkan gempa super dahsyat.
Mereka dibayar murah oleh peneliti-peneliti yang mau tahu bagaimana kalau orang-orang itu hidup dengan menggunakan masker gas dan menghirup udara penuh sulfur. Di pulau ini juga terdapat lempengan tektonik yang bisa menghasilkan gempa super dahsyat.
2. Pulau
Fiji
Pulau Fiji punya sejarah yang
terkenal. Kisah terkenal itu semacam kanibal anak-anak, pembunuhan anak-anak,
mati gara-gara mabuk laut khusus anak-anak. Tahun 1840, ada misionaris yang
menulis tentang pulau itu, katanya disana tinggal para kanibal sadis yang
menangkap orang dewasa dan terlebih anak kecil dari laut dan pantai. Anak kecil
digantung jadi hiasan bendera, sampai akhirnya mati gara-gara mabuk laut.
Anak-anak lainnya dibawa hidup-hidup, untuk sebagai contoh bagi anak-anak
penduduk setempat tentang seni perang. Anak-anak tersebut ditembaki panah,
dipukuli dengan tongkat sampai mati.
Misionaris yang mengunjungi pulau
itu menulis tentang kondisi mengerikan di sana. Ia bercerita, pada suatu ketika
tanggal 31 Oktober 1893, ia dikejutkan oleh pemandangan mengeriakn. Ada
beberapa mayat laki-laki, dan juga perempuan serta anak-anak dibawa ke Rewa
sebagai hadiah dari Tanoa. Mayat-mayat ini akan dimasak kemudian dimakan
beramai-ramai. Mereka menangkap orang-orang ini dilaut dan membawanya ke
pantai. Setelah menganiaya hingga mati. Terlebih dahulu mayat-mayat itu
dibersihkan, lalu isi perutnya dikeluarkan, dan dibuang ke sungai, lalu mereka
dimasak dan disantap. Yang tak kalah mengerikan adalah apa yang dilakukan
anak-anak penduduk Fiji. Mereka mencontoh apa yang dilakukan orang tua mereka,
dengan cara menyiksa seseorang hingga mati. Penyiksaan itu dijadikan
bocah-bocah Fiji sebagai permainan.
3. Pulau
Poveglia
Pulau ini ada didaerah perairan
Italia. Awalnya gara-gara orang Romawi jaman dulu, dengan baik hati mencari
tempat untuk karantina orang-orang yang kena virus mematiakn dijaman itu. Lalu
pulau Povenglia ini terpilih, dimana ribuan orang sakit itu akhrinya mati
secara bersamaan. Beberapa abad kemudian, virus Bubonic menyerang Eropa, dan
pulau ini kembali menjadi sebagai tempat terakhir untuk orang-orang sakit
tersebut. Waktu virusnya makin parah, akhirnya semua yang terlihat sakit
langsung dikirim ke pulau Poveglia. Mereka dibiarkan sampai mati dengan sendirinya,
lalu orang yang sudah mati dengan sendirinya di lempar ke dalam lubang yang
didalamya penuh dengan mayat, setela itu lalu dibakar. Total jumlah kematian di
pulau Poveglia tersebut mencapai 150.000 nyawa. Seolah belum cukup serem,
karena di tahun 1922 di pulau berbau mayat penyakitan itu dibangun RSJ. Konon,
kondisi disana makin mencekam. Dokter-dokter
jiwa yang juga terganggu jiwanya tidak lagi merwat pasiennya dengan
benar. Gosipnya dokter-dokter jiwa disana itu suka menyiksa para pasien dengan
menaruh mereka di atas tower. Kabar selanjutnya, dokter-dokter disana akhirnya
juga mati semua dilempar dari tower oleh hantu penyakitan atau hantu yang
pernah disiksa. Sejarah kelam pulau itu, juga tak lepas dari cerita hantu
gentayangan dan roh-roh penasaran para pasien-pasien yang mati tidak wajar..
4. Pulau
Ramree
Pulau ramree, merupakan tempat
tinggal aneka binatang buas. Pulau ini mempunyai sejarah mengerikan. Pada masa
Perang Dunia ke 2, 900 tentara jepang berada disebuah pulau kecil lepas pantai
Burma untuk menunggu bala bantuan. Tidak disangka, ternyata pulau ini penuh
dengan ular. Untuk menyelamatkan diri, mereka harus melalui rawa. Ternyata rawa
itu bukanlah jalan menuju keselamatan mereka. Disana, mereka telah dinanti
banyaknya binatang buas, kalajengking, nyamuk malarian bahkan buaya. Dari 900
tentara, 500 di antaranya tak terdengar kabarnya lagi. Kemungkinan mereka mati
diterkam oleh buaya buas yang sedang kelaparan. Yang berhasil selamat hanya 400
orang, mereka dalam keadaan luka-luka. Kisah pembantaian tentara jepang ini
begitu sangat menakutkan.




No comments:
Post a Comment