Tuesday, January 26, 2016

"Jupiter" otak dari data center Google




Siapa yang tidak mengenal Google, sang raksasa internet dunia. Menurut saya, kehidupan kita tidak bisa terlempas dari yang namanya google. Sudah menjadi kebutuhan sehari-hari. Apa saja yang ingin kita cari atau ketahui dapat menggunakan mesin pencari google. Bayangkan saja google digunakan disetiap belahan negara, bagaimana cara pihak google menangani setiap pencarian online, akses internet, pencarian peta google earth dan streaming youtube.

Tentu saja google membutuhkan data center yang dapat menampung seluruh data kegiatan tersebut. Raksasa teknologi itu mengungkap kalau mereka menjalankan lebih dari 100.000 server yang mereka operasikan di seluruh dunia.

Server-server tersebut disebut Jupiter yang saling berkomunikasi satu sama lain dengan kecepatan 10 Gb/s dan lebih cepat 100 kali lipat dari generasi jaringan sebelumnya. Untuk menghasilkan performa jaringan sesuai keinginan, Google membangun infrastruktur sendiri. "Untuk mengejar misi Google mengorganisir informasi dunia, membuatnya bisa diakses secara universal, maka dibutuhkan jumlah storage dan komputasi luar biasa," kata Amin Vahdat dari Google.

"Hal itu memerlukan koordinasi di antara komputer skala besar. Sepuluh tahun lalu, kami menyadari kalau kami tidak bisa membeli, dengan harga berapapun, jaringan data center yang bisa memenuhi persyaratan skala dan kecepatan kami," papar Amin.

Jadi Google memutuskan membangun infrastruktur jaringan data center hardware dan software sendiri. Dari awal yang cukup sederhana, mereka telahh membangun dan menjalankan lima generasi infrastruktur jaringan data center.

"Jaringan Jupiter yang merupakan generasi terbaru telah meningkatkan kapasitas lebih dari 100 kali dibanding generasi pertama jaringan kami. Artinya 100 ribu server kami bisa berkomunikasi satu sama lain di kecepatan 10 Gb/s," jelasnya lagi.


dari berbagai sumber

No comments:

Post a Comment