Imam Al Bukhari adalah seorang ahli
hadits. Dia salah satu alim ulama yang mengumpulkan semua hal yang berhubungan
dengan apa yang pernah Nabi Muhammad SAW lakukan. Dan hadits yang dikumpulkan
oleh Imam Al Bukhari diyakini sebagian besar adalah hadits yang shahih dalam
bukunya yang berjudul Shahih Bukhari. Bahkan dalam kitab-kitab Fiqih dan Hadits,
hadits-haditsnya memiliki derajat yang tinggi. Dia dijuluki Amirul Mukminin
fil Hadits (Pemimpin kaum mukmin dalam hal Ilmu Hadits). Dalam bidang ini,
hampir semua ulama di dunia merujuk kepadanya.
Tidak banyak yang tahu kalau Bung
Karno adalah penemu makam Imam Al Bukhari, seorang perawi hadist Nabi Muhammad
SAW. Tahun 1961 pemimpin tertinggi Partai Komunis Uni Soviet sekaligus penguasa
tertinggi Uni Soviet Nikita Sergeyevich Khrushchev mengundang Bung Karno ke
Moskow. Khrushchev hendak menunjukkan pada Amerika bahwa Indonesia berdiri di
belakang Uni Soviet.
Karena bukan orang lugu, Bung Karno
tidak mau begitu saja datang ke Moskow. Bung Karno tahu, kalau Indonesia
terjebak, yang paling rugi dan menderita adalah rakyat. Bung Karno tidak mau
membawa Indonesia ke dalam situasi yang tidak menguntungkan. Bung Karno juga
tidak mau Indonesia dipermainkan oleh negara mana pun.
Bung Karno mengajukan syarat.
Kira-kira begini kata Bung Karno, “Saya mau datang ke Moskow dengan satu syarat
mutlak yang harus dipenuhi. Tidak boleh tidak.”
Khrushchev balik bertanya, “Apa
syarat yang Paduka Presiden ajukan?”
Bung Karno menjawab, “Temukan makam
Imam Al Bukhari. Saya sangat ingin menziarahinya.”
Tidak mau membuang waktu, Khrushchev
segera memerintahkan pasukan elitnya untuk menemukan makam dimaksud. Entah berapa
lama waktu yang dihabiskan untuk mencari makan Al Bukhari, tapi hasilnya nihil.
Khrushchev kembali menghubungi Bung
Karno. “Maaf Paduka Presiden, kami tidak berhasil menemukan makam orang yang
Paduka cari. Apa Anda berkenan mengganti syarat Anda?”
Bung Karno tersenyum sinis. “Kalau
tidak ditemukan, ya sudah, saya lebih baik tidak usah datang ke negara Anda.”
Kalimat singkat Bung Karno ini membuat
kuping Khrushchev panas memerah. Khrushchev balik kanan, memerintahkan
orang-orang nomor satunya langsung menangani masalah ini. Setelah mengumpulkan
informasi dari orang-orang tua Muslim di sekitar Samarkand, anak buah
Khrushchev menemukan makam Imam kelahiran Bukhara tahun 810 Masehi itu.
Makamnya dalam kondisi rusak tak terawat. Khrushchev memerintahkan agar makam
itu dibersihkan dan dipugar secantik mungkin.
Selesai renovasi, Khrushchev
menghubungi Bung Karno kembali. Intinya, misi pencarian makam Imam Al Bukhari
berhasil. Bung Karno mengatakan, “Baik, saya datang ke negara Anda.” Setelah
dari Moskow, tanggal 12 Juni 1961 Bung Karno tiba di Samarkand tempat Bukhari
meninggal dunia dan jenazahnya dimakamkan sekitar tahun 870.
Makam Imam Bukhari tertutup untuk
umum, tetapi kalau ada orang indonesia datang pintu makam akan dibukakan dan
persilahkan masuk, hal ini dikarenakan Ir Soekarno merupakan orang yang
melakukan pemugaran dan merenovasi tempat itu, sehingga semua orang Indonesia
diberi keistimewaan di tempat itu.



No comments:
Post a Comment